_MG_0821
AcehBeritaSumut

Pimpin PB.PBI, Agus M.Bahron Siap Jadikan Boling Olahraga Populer Mulai di Keluarga

Boling Indonesia memiliki potensi prestasi yang baik, terbukti prestasi SEA Games Vietnam tahun 2022 Indonesia meraih 1 emas, 1 perak dan 1 perunggu. Induk cabang olahraga Boling, Pengurus Besar Persatuan Boling Indonesia (PB.PBI) kini resmi dipimpin Marsda TNI Purn Agus Muhammad Bahron untuk masa bakti 2024-2028.

Pasca dikukuhkan dan dilantik Ketum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman, Bahron dan jajarannya mendapatkan tugas. Ketum KONI Pusat menugaskan agar sosialisasi olahraga Boling digencarkan agar kembali populer di berbagai komunitas.

“Boling Center di masa lalu lebih banyak di masa lalu dibandingkan sekarang. Mengapa sekarang banyak yang tutup, itu yang harus dijawab? Jadikan Boling itu menjadi olahraga yang dicintai keluarga dan masyarakat,” ujar Ketum KONI Pusat tanggal 27 Februari 2024.

“Animo diawali sosialisasi cabang olahraga Boling sebagai olahraga yang menarik dan menyenangkan untuk komunitas, khususnya di keluarga. Bicara mencetak atlet masa depan maka penting sekali untuk memulai olahraga di tingkat olahraga, di samping pentingnya dukungan orang tua kepada atlet.,” pesan Ketum KONI Pusat.

“Sosialisasi berkaitan erat dengan sarana prasarana serta Sport Industry dan Sport Tourism karena saya melihat boling center kian hari kian menipis dan banyak yang tutup tidak seperti dulu sehingga perlu kolaborasi dengan berbagai pihak melalui berbagai program pembinaan yang berkualitas, berjenjang dan berkesinambungan dengan tujuan memasyarakatkan, menjaring dan menyaring bibit atlet berprestasi.,” sambungnya.

Ketum PB.PBI menyampaikan salah satu programnya, adalah menyempurnakan peraturan yang ada. “Pada Munas tanggal 27 Januari 2024 kemarin ada 4 amanah yang harus kita jalani antara lain Musornaslub, revisi AD/ART karena harus disesuaikan apakah masih relevan atau tidak, revisi aturan pertandingan yang juga harus disesuaikan dengan aturan baru, dan pembinaan atlet junior,” katanya.

“Kerja sama tim di PBI harus solid dan kuat,” tegas Ketum PB.PBI. “Terkait dengan venue kami akan coba bekerja sama dengan stakeholder seperti Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) agar mereka dapat membantu meringankan, selain itu kami juga akan melihat animo masyarakat.” sambungnya .

Pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI di Aceh-Sumatera Utara Tahun 2024, Boling akan digelar di Kota Medan. Multievent tersebut harus menjadi momentum bagi kebangkitan Boling di Tanah Air. Kualitas kontingen peserta PON XXI yang baik akan membuat juara Boling adalah mereka yang mampu membawa Indonesia berprestasi.

“Saya harapkan di bawah Bapak Agus Muhammad Bahron, pembinaan menjadi prioritas sehingga dalam keikutsertaannya dalam kompetisi internasional akan membanggakan kita semua. Komunikasi antara PB.PBI dengan KONI Pusat harus terus berjalan sehingga kita bisa jadikan Boling menjadi olahraga yang dicintai keluarga dan masyarakat,” jelas Ketum KONI Pusat.

pelantikan-korfball-rian-putra-utama-26-februari-2024-3-1536×1055
AcehBeritaSumut

Ketum Induk Cabor Termuda, Rian Putra Utama Bertekad Gencarkan Sosialisasi Korfball Indonesia

Ketua Umum (Ketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman secara resmi mengukuhkan dan melantik Ketum Pengurus Pusat Persatuan Korfball Seluruh Indonesia (PP.PKSI) masa bakti 2023-2027 Rian Putra Utama beserta jajaran pada 26 Februari 2024, di Kantor KONI Pusat Senayan, Jakarta.

Pada pelantikan tersebut, Ketum KONI Pusat tekankan agar Korfball atau bola keranjang dapat digencarkan sosialisasinya, terlebih ini cabor yang bersejarah. Korfball merupakan cabang olahraga yang sudah lama ada, diciptakan di Belanda pada tahun 1902. Dahulu sebelum bernama PKSI, bernama Persatuan Bola Keranjang Seluruh Indonesia (PBKSI). Bahkan, Korfball menjadi salah satu cabang olahraga pendiri Ikatan Sport Indonesia (ISI) pada tahun 1938 yang mana cikal bakal KONI.

“Korfball ini merupakan cabang olahraga yang tergolong tua dan unik, bahkan orang tua kami dulu sempat memainkannya, dan bisa dimainkan oleh mix gender tetapi seperti ada jarak yang dimana Korfball ini menghilang, dan baru muncul lagi saat ini,” kata Ketum KONI Pusat.

“Oleh karenanya penataan kembali organisasi ini sesuai dengan kebutuhan karena Korfball tergolong cabang olahraga yang mudah dimainkan dan sosialisasi menjadi tugas terpenting PP.PKSI, untuk hidupkan kembali Korfball mulai dari sekolah-sekolah hingga perguruan tinggi, agar Korfball semakin dikenal dan dicintai serta venue Korfball terpenuhi sehingga akan terjaring bibit atlet muda berprestasi Korfball.” sambungnya.

Ketum PP.PKSI mengakui pentingnya tugas untuk sosialisasikan Korfball. “Saya sendiri khususnya pada awal mendengar teman-teman memperkenalkan olahraga ini, dan dari situ saya melihat ada semangat dan tekad untuk Korfball ini maju.” ungkap Rian yang merupakan Ketum Cabor termuda saat ini.

“Sosialisasi ini menjadi kunci paling utama dan harus dimulai dari akar, rencana kami masuk ke sekolah-sekolah,” tambahnya. PP.PKSI bahkan memiliki siasat khusus untuk memasyarakatkan Korfball.

“Divisi khusus untuk sosial media dan komunitas, kedua hal ini menjadi ujung tombak sosialisasi olahraga ini, oleh karenanya kami mengusung tema ‘Transparan, Komunikatif, dan Inovatif’, ini merupakan sebuah kesimpulan dari segala cerita yang pernah disampaikan oleh pengurus terkait citra organisasinya agar Korfball ini bisa tumbuh dengan lebih baik dan berujung dengan prestasi Korfball yang semakin maju,” sambungnya.

Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara (Sumut) Tahun 2024 tidak hanya merupakan PON pertama yang diselenggarakan di dua provinsi dan diikuti oleh 38 Provinsi termasuk Daerah Otonom Baru (DOB). PON XXI juga yang pertama kali mempertandingkan Korfball usai sebelumnya digelar dalam bentuk ekshibisi di PON XIX/2016 Jawa Barat. Pada PON kali ini Korfball akan dipertandingkan di wilayah Aceh tepatnya di Sabang.

“PON XXI kali ini Korfball pertama di pertandingkan, maka saya berharap persiapan dapat dilakukan dengan sebaik-baiknya. Saya minta Ketum meluangkan waktu untuk melihat tim yang lulus babak kualifikasi, dan meyakinkan tim tersebut bahwa melalui PON XXI, Korfball merupakan cabang olahraga yang menarik dan berpotensi besar sehingga suatu hari Bangsa Indonesia bisa bangga karna prestasi atletnya,” tegas Ketum KONI Pusat memberikan pesan.

Ketum PP.PKSI bersama dengan jajarannya dalam waktu dekat akan mengunjungi Aceh untuk melihat persiapan Korfball menjelang PON XXI Aceh-Sumut Tahun 2024.

_MG_0451
AcehBeritaSumut

Multievent Olahraga Perebutkan Piala Wapres RI Digelar Menjelang PON XXI/2024 Aceh-Sumut

Kerap kita mendengar Piala Presiden dalam berbagai kompetisi bergengsi. Namun begitu, kompetisi yang memperebutkan Piala Wakil Presiden RI juga perlu diselenggarakan demi menambah jumlah kejuaraan bergengsi, terlebih Wapres Prof. Dr. (H.C.) K.H. Ma’ruf Amin adalah Ketua Tim Koordinasi Pusat Penyelenggaraan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).

Gagasan Piala Wapres untuk kejuaraan olahraga sempat disampaikan jajaran pimpinan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat ketika melakukan kunjungan kehormatan menghadap Ma’ruf Amin pada 19 Desember 2023.

Waketum IV KONI Pusat Vivin Cahyani menceritakan sedikit sejarah terkait ide Piala Wapres RI. Berawal dari momen tanggal 22 September 2022 yakni penandatanganan kerja sama antara Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) yang bertujuan mendukung pendidikan atlet Indonesia. Kala itu Wapres Ma’ruf Amin hadir menyaksikan.

KONI Pusat akhirnya mempersiapkan konsep kompetisi multievent yang memperebutkan Piala Wapres RI. Konsep KONI Pusat, beberapa cabang olahraga yang dipertandingkan antara lain Sepak Bola putri, Panjat Tebing, Karate, Silat, Wushu dan Panahan. Beberapa cabang olahraga yang diusulkan merupakan bagian dari DBON. Konsep kompetisi tersebut disampaikan pada rapat koordinasi yang diselenggarakan Jumat 23 Februari 2024 di ruang Lukman Niode, Kantor KONI Pusat, Senayan, Jakarta.

Diantara beberapa nomor tersebut hanya sepak bola yang diselenggarakan tanpa nomor putra, mengingat sudah banyaknya kompetisi yang mempertandingkan sepak bola putra. Target pesertanya adalah mahasiswa/i di seluruh Indonesia. Selain itu, konsep yang disampaikan KONI Pusat sudah memperhatikan dengan cabang olahraga yang sudah menggelar kompetisi memperebutkan Piala Presiden RI. Dengan kata lain, Piala Presiden RI dan Piala Wakil Presiden RI tidak akan bentrok dan saling menyempurnakan jumlah kompetisi bergengsi di Tanah Air.

Pertandingan diawali dengan tahapan babak kualifikasi di tingkat regional. Wilayah Indonesia Bagian Barat bertanding di Jakarta tepatnya GOR Soemantri, sedangkan Wilayah Indonesia Tengah dan Timur di Unwahas, Semarang. Beberapa pertandingan di Jakarta

Beregu bersifat undangan dan individu bersifat terbuka. Direncanakan Wilayah Barat dan Timur akan mengundang 10 tim sepak bola putri.

Vivin menyebut jika jadi diselenggarakan, Piala Wapres ini menjadi kompetisi tertinggi sepak bola putri yang pernah ada di Indonesia sejak PSSI berdiri sebelum Indonesia merdeka.

Konsep yang disampaikan KONI Pusat disambut baik oleh Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Dr.Ir. Suprayoga Hadi.

Secara garis besar, Maret – April 2024 dijadwalkan untuk sosialisasi kompetisi, Mei – Juli merupakan babak kualifikasi di tingkat regional dan final digelar pada Agustus mendatang, persis sebulan sebelum Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Tahun 2024 di Aceh-Sumatera Utara.

_MG_0494
AcehBeritaSumut

Resmi Dilantik sebagai Ketum PP.PESTI, Brigjen Pol Dr. Awal Chairuddin Ditugaskan Sosialisasikan Soft Tennis

Bertempat di kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Senayan Jakarta, pada Jumat tanggal 23 Februari 2024, Ketua Umum (Ketum) KONI Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman secara resmi mengukuhkan dan melantik Ketum Pengurus Pusat Persatuan Soft Tennis Indonesia (PP.PESTI) masa bakti 2023-2028 Brigjen Pol Dr. M. Awal Chairuddin, S.I.K., M.H., beserta jajaran.

Soft Tennis diapresiasi oleh Ketum KONI Pusat atas prestasi yang membanggakan di kancah dunia. “Saya selaku Ketua Umum KONI Pusat memberikan apresiasi kepada PP.PESTI yang sebelumnya telah melakukan kerja keras dalam membina Soft Tennis ini dan hasilnya memuaskan pada SEA Games 2023 Kamboja dan Asian Games 2023 Hangzhou,” ujar Ketum KONI Pusat.

Pada keikutsertaan SEA Games 2023 Kamboja, kontingen Soft Tennis Indonesia meraih 2 medali emas, 2 medali perak, dan 1 perunggu. Beberapa bulan kemudian pada Asian Games 2023 Hangzhou, Soft Tennis mendapatkan 2 medali perunggu.

Meski begitu, Ketum KONI Pusat melihat bahwa jika pecintanya lebih banyak maka potensi prestasi Soft Tennis akan lebih baik lagi. Sosialisasi cabang olahraga Soft Tennis dipandang penting karena banyak yang belum memahaminya. Kondisi tersebut diakui oleh Awal Chairuddin.

“Soft Tennis ini masih belum dipahami masyarakat, banyak yang mengira kalau ini Tenis biasa atau Squash. Perbedaannya, ada pada bola dan raket yang digunakan,” katanya.

Alhasil KONI Pusat berharap sosialisasi mendapatkan perhatian besar. “Dari prestasi yang dicapai, maka ini menjadi tugas PP.PESTI untuk mensosialisasikan Soft Tennis dan saya rasa besar peluang untuk multievent internasional berikutnya untuk Soft Tennis ini menunjukkan bahwa hasil pembinaannya lebih baik dari waktu-waktu sebelumnya.” Tegas Ketum KONI Pusat.

“Mensosialisasikan olahraga ini kepada masyarakat, perguruan tinggi, TNI dan Polri, kelembagaan seperti Aparatur Sipil Negara (ASN), dan Roadshow ke sekolah serta bekerja sama dengan dinas pendidikan,” tambah Ketum KONI Pusat.

“Saya berharap 17 pengurus provinsi saat ini akan berkembang nantinya, tidak hanya banyak Pengprovnya saja tapi dapat ditata kembali pola sasaran pembinaannya, baik dari sekolah hingga perguruan tinggi yang memiliki fakultas olahraga.” sambungnya.

Terkait keikutsertaannya pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Tahun 2024 di Aceh-Sumatera Utara, Ketum KONI Pusat berharap pertandingan dapat dipersiapkan dengan sebaik-baiknya dan atlet-atlet dapat dipersiapkan secara optimal oleh Pengprov yang dipantau PP.PESTI. Secara khusus, Ketum KONI Pusat berharap fokus pada pembinaan atlet-atlet muda. Targetnya, juara PON akan menjadi juara pada SEA Games yang akan datang di Thailand tahun 2025.

Kepengurusan PP.PESTI yang baru dilantik sadar betul terkait target prestasi. “Prestasi yang sudah diberikan oleh Soft Tennis sebelumnya menjadi tantangan kami untuk mempertahankan dan bahkan meningkatkan,” ujar Ketum PP.PESTI yang sejak kecil sudah akrab dengan olahraga Tenis.

penutupan cdm aceh
AcehBerita

CdM Meeting I PON XXI wilayah Aceh Resmi Ditutup Waketum I KONI Pusat 

Bertempat di Pendopo Gubernur Aceh, Chef de Mission (CdM) Meeting I Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara Tahun 2024 wilayah Aceh resmi ditutup oleh Waketum I Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat sekaligus Ketua Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah) PON XXI Mayjen TNI Purn Dr.Suwarno.

Di samping menyampaikan rasa syukur atas lancarnya CdM Meeting pertama, Suwarno juga memberikan catatan. “Bagi PB.PON XXI wilayah Aceh, masih banyak pekerjaan yang harus dilanjutkan. Berakhirnya kegiatan CdM pertama ini bukan berarti pekerjaan persiapan juga sudah selesai,” kata Waketum I KONI Pusat. 

Untuk peserta dari seluruh provinsi, Suwarno berpesan agar persiapan atlet dilakukan dengan sebaik-baiknya juga agar dapat berprestasi. 

Terkait venue pertandingan, diingatkan agar PB.PON XXI wilayah Aceh melakukan koordinasi, khususnya dengan kabupaten/kota tuan rumah yang venuenya tidak didukung Kementerian PUPR. 

Suwarno juga memberikan atensi kepada persiapan akomodasi. “Kalau dihadapkan dengan DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali dan sebagainya, akomodasi tidak terhitung jumlahnya. Tetapi di Aceh ini, masalah akomodasi menjadi sangat penting,” ujarnya. Ia ingin PB.PON XXI wilayah Aceh membuat laporan rinci terkait ketersediaan akomodasi.

Mewakili KONI provinsi seluruh Indonesia, Ketum KONI DKI Jakarta Hidayat Humaid sampaikan pendapat. “Warisan terbesar olahraga adalah persahabatan dan persaudaraan,” sebutnya. 

“Saya bersama KONI-KONI provinsi di Indonesia siap bahu-membahu bersama-sama mendukung pelaksanaan PON XXI Aceh-Sumut 2024 agar sukses penyelenggaraan, sukses prestasi dengan munculnya rekor-rekor baru, serta sukses juga pemberdayaan perekonomian masyarakat,” jelasnya. 

“Ada lagi sukses yang tidak boleh diabaikan, adalah sukses pertanggungjawaban,” tambahnya. 

Video

pembahasan cdm aceh
AcehBerita

CdM Meeting I PON XXI wilayah Aceh Bahas Beberapa Target 

Chef de Mission (CdM) Meeting I Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara Tahun 2024 wilayah Aceh dilanjutkan pada Minggu 17 Desember 2023. Malam sebelumnya, Ketum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman telah membuka resmi pertemuan seluruh ketua kontingen PON XXI Aceh-Sumut 2024. 

Beberapa pembahasan disampaikan pada CdM Meeting pertama PON XXI Aceh-Sumut 2024. Ketua Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah) Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara Tahun 2024, Mayjen TNI Purn Dr.Suwarno sampaikan beberapa target. 

Pertama yang terbilang sangat penting terkait sarana dan prasarana pertandingan. “Targetnya sebulan sebelum penyelenggaraan PON XXI Aceh-Sumut 2024, venue selesai. Saya meyakini kalau kementerian PUPR yang bangun pasti selesai,” katanya pada saat CdM Meeting I wilayah Aceh. 

Dihimbau juga agar PB.PON XXI melakukan koordinasi yang baik dengan walikota/bupati tuan rumah untuk persiapan venue. 

Di wilayah Aceh, 33 pertandingan cabang olahraga dengan 43 disiplin serta 510 nomor pertandingan digelar di 10 kabupaten/kota yang meliputi 44 venue, antara lain ;

  • Banda Aceh, 20 venue
  • Aceh Besar, 6 venue 
  • Sabang, 4 venue 
  • Pidie, 3 venue 
  • Aceh Utara, 2 venue 
  • Aceh Timur, 2 venue 
  • Bener Meriah, 1 venue 
  • Aceh Tengah, 2 venue 
  • Aceh Barat, 2 venue 
  • Aceh Tenggara, 2 venue 

Technical Delegate (TD) juga wajib dilibatkan agar venue yang dibangun sesuai dengan spesifikasi teknis yang dibutuhkan. Setidaknya di Aceh melibatkan 5636 atlet dan 2752 ofisial. Suwarno tegaskan agar akomodasi harus disiapkan lebih baik. 

Tak ketinggalan, Suwarno menghimbau agar seluruh peserta sudah terdaftar BPJS. “Yang datang ke sini, diharapkan sudah terdaftar BPJS Kesehatan dan tuan rumah akan menyiapkan BPJS Ketenagakerjaan,” katanya. Ditegaskan juga agar para atlet menghindari penggunaan Doping karena menciderai sportivitas di samping membahayakan kesehatan. 

Panwasrah PON XXI Aceh-Sumut 2024 juga targetkan pendaftaran kontingen. “Pada Januari akan datang kita sudah mulai melakukan pendaftaran yang akan diikuti oleh provinsi sebanyak 38 (termasuk empat daerah otonom baru),” kata Suwarno. 

Secara umum, Suwarno sampaikan progres semakin membaik dari tuan rumah. “Semua bidang menunjukkan progres yang sangat baik, khususnya terkait dengan persiapan bidang pertandingan, bidang peralatan, kesehatan dan lain sebagainya, sehingga kita berharap nanti akan ada percepat di tahun 2024,” ujar Suwarno.

Ketua Panwasrah PON XXI 2024 wilayah Aceh, Mayjen TNI Purn Andri Tardiwan Utama Soetarno jelaskan CdM meeting pertama ini memberikan informasi penting kepada seluruh peserta. 

“Hari ini dilaksanakan CdM meeting yang pertama, pertemuan seluruh ketua kontingen provinsi di Indonesia yang mendapatkan informasi dari PB.PON XXI wilayah Aceh terkait dengan persiapan.,” jelas Andri. Ketua kontingen mendapatkan informasi terkait pertandingan, transportasi, konsumsi, akomodasi dan sebagainya. 

Ketua Bidang venue PB.PON XXI wilayah Aceh, Ir.Muhammad Adam menambahkan penjelasan terkait perkembangan venue. “Dari 33 cabor, 12 venue sudah tanda tangan kontrak yang dikerjakan oleh PUPR, 2 sudah ada pemenang kemudian ada 4 venue dalam proses tender,” terangnya. 

Sisanya menggunakan APBD Aceh dan kabupaten/kota. Targetnya, Agustus 2024 seluruh venue rampung.

Video

cdm aceh
AcehBerita

Resmikan CdM Meeting wilayah Aceh, Ketum KONI Pusat Tegaskan PON XXI/2024 Aceh-Sumut sesuai Rencana

Penampilan seni tari saman yang dilanjutkan pembacaan ayat suci Al Quran mengawali kegiatan pembukaan resmi Chef de Mission (CdM) Meeting Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara Tahun 2024 wilayah Aceh pada Sabtu 16 Desember 2023.

Ditegaskan bahwa penyelenggaraan PON XXI berjalan sesuai rencana. Hal tersebut disampaikan Ketum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman saat membuka resmi CdM Meeting PON XXI wilayah Aceh di Hotel Hermes, Banda Aceh.

“Dalam persiapan sampai dengan penyelenggaraan PON XXI Aceh-Sumut 2024 ini, nanti waktunya memang berhimpitan dengan pelaksanaan pemilihan kepala daerah, tetapi Insya Allah semua akan berjalan tepat sesuai rencana,” kata Ketum KONI Pusat di hadapan hampir 38 KONI Provinsi yang hadir.

“Saya berharap tidak pernah terkecoh terhadap pernyataan-pernyataan yang menyebut PON XXI ditunda, rujukan kita hanya satu yaitu arahan Bapak Presiden Republik Indonesia,” sambungnya menyinggung tanggal penyelenggaraan, yaitu 8 – 20 September 2024.

Peran dan dukungan pemerintah diapresiasi oleh Ketum KONI Pusat. “Pemerintah pusat berusaha semaksimal mungkin untuk mempersiapkan, bekerja sama dengan pemerintah daerah,” ujar Marciano. Disinggung juga bahwa PB.PON XXI Aceh-Sumut perlu meningkatkan kualitas komunikasi dan kolaborasi dengan pemerintah pusat, khususnya Kemenpora.

Tak ketinggalan, Ketum KONI Pusat berpesan kepada peserta CdM meeting. “Pimpinan kontingen agar memanfaatkan momen ini sebaik-baiknya untuk melakukan koordinasi dengan PB.PON XXI terkait venue, akomodasi, transportasi, konsumsi dan lain sebagainya,” pesannya.

Harapannya pemahaman lebih detail seluruh kontingen dapat membantu penyempurnaan rencana yang dibuat agar lebih optimal. Dampak yang diinginkan, tentunya prestasi atlet melalui sederet pemecahan rekor.

“Mari kita jadikan PON XXI Aceh-Sumut, tidak hanya yang pertama di dua provinsi, yang pertama diikuti 38 provinsi, tapi dengan perencanaan yang optimal kita buat ini sebaik-baiknya sehingga membuat masyarakat Indonesia bangga dengan adanya pemecahan rekor,” jelas Marciano.

Pasalnya, atlet-atlet juara PON akan menjadi penyumbang medali Indonesia dalam keikutsertaannya pada single/multi event internasional.

Pejabat Gubernur Aceh Mayjen TNI Purn Achmad Marzuki tegaskan agar progres persiapan semakin baik. “Makin lama persiapan harus makin sempurna, harapan kami Aceh dapat menyelenggarakan PON dengan sebaik-baiknya,” kata Ketua PB.PON XXI wilayah Aceh.

Disampaikan juga bahwa sudah ada penandatanganan dengan Kementerian PUPR terkait pembangunan venue. Targetnya, sebulan sebelum penyelenggaraan PON, seluruh venue sudah bisa diuji coba.

Pasca PON berakhir, Pj.Gubernur ingin agar venue yang ada dapat memberikan dampak positif.

“Hampir sebagian venue PON XXI ada di pusat kota, mudah didatangi, lima tahun lagi Aceh akan memiliki lebih banyak lagi atlet-atlet yang menyumbang prestasi nasional hingga internasional,” sambungnya.

Generasi muda Aceh dipuji oleh Achmad Marzuki karena berpotensi dan kompak. Tari saman menjadi bukti nyata keunggulan tersebut. Saat ini, pembinaan terhadap pemuda yang perlu ditingkatkan.

Video

ratas1_kimaya
AcehBeritaSumut

Aceh dan Sumut Siap Rasionalisasi Anggaran PON XXI 2024

PON 2024 – Tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh dan Sumut 2024 berpacu dengan waktu. Presiden Joko Widodo menunggu hasil rasionalisasi anggaran penyelenggaraan event empat tahunan itu.

“Kegiatan ini berawal dari rapat terbatas (ratas) dengan Presiden Jokowi, Senin (9/10). Beliau minta evaluasi atau rasionalisasi anggaran,” kata Wakil Ketua Umum I KONI Pusat Mayjen TNI (purn) Suwarno dalam Bimbingan Teknik (Bimtek) di Hotel Kimaya, Jakarta, Kamis (12/10).

Bintek PON XXI Aceh-Sumut tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Olahraga (Kadispora) Sumatera Utara Baharuddin Siagian, Kadispora Aceh Teuku Banta, Indonesia Anti Doping Organization (IADO), Pengawas dan Pengarah (Panwasrah) KONI Pusat dan Dirjen Kementerian Dalam Negeri.

“Kami membaca saat laporan di Kemenpora bahwa Aceh dan Sumut belum bergerak. Karena ini disinilah kita memberikan bimbingan dan arahan agar pelaksanaannya bisa berjalan lancar. Terutama menyangkut anggaran yang disampaikan oleh masing-masing bidang,” ujar Suwarno.

Suwarno mengakui tuan rumah Aceh dan Sumut mempunyai keterbatasan dari segi anggaran. Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) mereka tidak cukup untuk membiayai penyelenggaraan PON XXI 2024.

“Karena itu Presiden Jokowi meminta kita untuk melakukan penyesuaian atau rasionalisasi anggaran. Jika detailnya sudah terlihat nanti akan kami sampaikan pada Ratas berikutnya dengan presiden pekan depan,” terang Suwarno.

Pemerintah pusat menurutnya tentu akan hadir demi kesuksesan penyelanggaraan. Suwarno menjelaskan bahwa pemerintah terus mempersiapkan fasilitas tempat untuk penyelenggaraan PON XXI. Di Aceh, lanjutnya, dalam waktu dekat akan dilakukan renovasi 13 venue dengan dana mencapai Rp 100 miliar dan pembangunan baru 1 venue dayung.

“Yang mengerjakan PUPR sehingga kami yakin semuanya itu akan selesai paling lambat Juli akhir atau Agustus tahun depan pasti akan siap,” ungkapnya.

Selain itu, usulan fasilitas lain yang masih dalam pertimbangan antara lain kolam renang, lapangan tembak dalam dan luar ruangan, stadion bulu tangkis, dan arena sepatu roda. Menurutnya, pembangunan tersebut akan dikerjakan dengan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Aceh.

“Harapannya karena ini sifatnya renovasi yang tidak terlalu berat maka akan selesai pada waktunya,” imbuhnya.

Suwarno meyakini pembangunan fasilitas olahraga di Sumatera Utara juga akan selesai pada waktunya. Beberapa pembangunan yang dilakukan antara lain stadion madya untuk atletik, gelanggang olahraga untuk bela diri.

Ia melanjutkan, pembangunan maupun renovasi fasilitas olahraga juga melibatkan pemerintah kabupaten/kota masing-masing. Ia pun yakin PON XXI akan digelar sesuai waktu yang dijadwalkan pada tahun depan.

“Dilihat dari dua kesiapan ini tidak ada alasan untuk PON tidak dilaksanakan dan kita yakin bahwa PON akan dilaksanakan tahun depan,” ucapnya.

Khusus atlet dan ofisial ketentuannya: transportasi, akomodasi dan konsumsi ditanggung 50 persen dai masing-masing kontingen. Hal ini tentu akan meringankan beban pemerintah daerah.

Namun, menurut Suwarno kendala yang dihadapi adalah terkait penyusunan anggaran. “Kami belum bisa menyampaikan indek, misal, indek untuk hotel, transportasi, honor. Kami menyerahkan kepada tuan rumah PON XXI,” jelasnya

Sementara itu, Kadispora Sumut Baharuddin Siagian mengatakan PON bukan pekerjaan mudah. “Bisa dikatakan rumit, juga tidak. Ini pekerjaan bersama. Karena itu, perlu hati-hati. Semoga kami bisa hemat dari segi keuangan,” kata Baharuddin.

Tuan rumah Aceh juga mengaku telah melakukan rasionalisasi anggaran sesuai kebutuhan. Hal itu disampaikan Kadispora Aceh Teuku Banta. Dikatakan Aceh membutuhkan dana sekitar Rp 1,5 triliun. Sedangkan dana APBD hanya Rp 300 miliar. Berarti masih butuh bantuan sekitar Rp 1,2 triliun.

“Pada prinsipnya kami telah merasionalisasikan kebutuhan anggaran. Kami akan meninjau kembali kebutuhan yang setidaknya bisa diatas,” ujarnya.

PON XXI 2024 rencana akan dibuka di Aceh pada 28 September dan ditutup di Sumatera Utara pada 10 Oktober 2024. Ini kali pertama dalam sejarah PON digelar di dua provinsi.*

image-1693808401
AcehPerjalanan

Aceh Siap Menjadi Tuan Rumah PON XXI Tahun 2024

Perkembangan Terbaru: Aceh Akan Menjadi Tuan Rumah PON XXI Tahun 2024

Saat ini, Aceh sedang mempersiapkan diri untuk menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI tahun 2024. Pada tanggal 8 Oktober, Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah, bersama dengan Ketua Umum KONI Aceh, Muzakir Manaf, dan rombongan mereka, berkunjung ke Kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat. Mereka diterima dengan baik oleh Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman.

Salah satu tujuan kunjungan tersebut adalah untuk membahas persiapan Aceh sebagai tuan rumah PON XXI tahun 2024 bersama Sumatera Utara. Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, melaporkan bahwa ia telah diterima oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) terkait kesiapan Aceh sebagai tuan rumah. Nova Iriansyah dan Ketua Umum KONI Aceh, Muzakir Manaf, berharap agar Kemenpora dan KONI Pusat segera mengeluarkan Surat Keputusan (SK) penetapan Aceh sebagai tuan rumah PON XXI tahun 2024.

Aceh: Tuan Rumah PON XXI dengan Kemegahan dan Semangat Olahraga

Aceh telah menunjukkan komitmen yang kuat untuk menjadi tuan rumah PON XXI tahun 2024. Dengan keindahan alamnya dan keramahan penduduknya, Aceh akan memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi atlet, official, dan penonton dari seluruh Indonesia.

Berkat dukungan dari pemerintah daerah dan masyarakat Aceh, infrastruktur olahraga akan ditingkatkan dan fasilitas yang diperlukan untuk acara besar ini akan disiapkan dengan baik. Dalam PON XXI tahun 2024, Aceh akan menjadi pusat kegiatan olahraga yang mewakili semangat persatuan dan kesatuan Indonesia.

Persiapan Menuju PON XXI: Membangun Prestasi dan Semangat Olahraga

Aceh tidak hanya fokus pada persiapan menjadi tuan rumah PON XXI tahun 2024, tetapi juga pada pembangunan prestasi dan semangat olahraga di daerah ini. Melalui berbagai program pembinaan dan pelatihan, Aceh ingin menghasilkan atlet-atlet handal yang dapat bersaing di tingkat nasional dan internasional.

Dalam beberapa tahun terakhir, Aceh telah menunjukkan peningkatan prestasi di berbagai cabang olahraga. Dukungan dari pemerintah daerah, komite olahraga setempat, dan masyarakat Aceh yang peduli terhadap olahraga telah menjadi kunci kesuksesan. Dengan semangat yang tinggi, Aceh siap untuk meraih prestasi gemilang dalam PON XXI tahun 2024.